0
Saturday 2 January 2016 - 02:02

Dibalik Aliansi Strategis Antara Arab Saudi dan Turki

Story Code : 509469
Kaisar Erdogan dan Raja Salman (Sputnik)
Kaisar Erdogan dan Raja Salman (Sputnik)
Arab Saudi dan Turki ingin membangun kemitraan strategis lebih dekat dengan menyusun ulang Timur Tengah dan memperkuat pengaruh politik mereka di wilayah ini, demikian laporan surat kabar Jerman Deutsche Wirtschafts Nachrichten (DWN) pada Rabu, 30/12/2015.

Kedua negara sedang mencari cara untuk memperkuat kerjasama strategis lebih dekat pada tingkat tertinggi, dan karena itu mereka membentuk dewan bersama, berurusan dengan masalah keamanan dan mempromosikan militer, kerjasama politik dan ekonomi, tulis surat kabar mengacu pada pernyataan Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir.

Dewan itu dipimpin oleh kementerian luar negeri kedua negara dan menunjukkan "kualitatif" penguatan hubungan bilateral, demikian kata al-Jubeir.

Arab Saudi adalah sekutu terdekat AS dan Uni Eropa di Timur Tengah. Dengan pembentukan aliansi itu, hal itu akan bermanfaat bagi Turki, saat hubungannya dengan Barat perlahan "mungkin" akan memburuk di tengah kegiatan militer tidak sah negara itu di Irak.

Meskipun Brussels meminta Turki untuk membantu menyelesaikan krisis pengungsi saat ini, tujuan Uni Eropa dan Turki bisa jadi tidak tereliasai dalam jangka panjang, karena Ankara berusaha mendapatkan lebih banyak imbalan, termasuk bebas visa rezim dengan Eropa dan jaminan masa depan sebagai keanggotaan dalam serikat Uni Eropa.

Dalam hal ini Turki membutuhkan sekutu baru yang lebih kuat, dan Arab Saudi menjadi pilihan sempurna diantara negara-negara Timur Tengah lain.

"Kedua negara berusaha memperluas pengaruhnya di kawasan itu. Namun, mereka menghadapi aliansi kuat yang didirikan Rusia bekerja sama dengan Irak, Suriah dan Iran," tulis DWN.

Sejauh ini, kedua negara terus meningkatkan hubungan diplomatik serta kerja sama militer. Sebelumnya pemimpin Saudi Raja Salman bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di ibukota Saudi Riyadh untuk membahas kerjasama aliansi tersebut.

Selain itu, Arab Saudi mengumumkan pembentukan koalisi anti-teror Islam yang diklaim beranggotakan 34 negara, yang juga termasuk Turki didalamnya.[IT/Onh/Ass]

Comment