0
Tuesday 8 October 2019 - 13:16

Semua Pasukan Militer Asing Yang Hadir Secara Ilegal Di Suriah Harus Keluar

Story Code : 820740
Semua Pasukan Militer Asing Yang Hadir Secara Ilegal Di Suriah Harus Keluar

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan integritas wilayah Suriah harus dilestarikan dan semua pasukan asing yang hadir secara ilegal di negara Arab yang dilanda konflik harus pergi, karena Amerika Serikat mengumumkan telah menarik pasukan dari Suriah.

"Posisi Rusia, yang baru-baru ini diumumkan oleh Presiden [Vladimir] Putin, adalah bahwa semua pasukan asing yang hadir secara ilegal di Suriah harus meninggalkan negara itu," kata Peskov kepada wartawan di Moskow, Senin (8/10/19).

Juru bicara Kremlin kemudian mengomentari pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahwa Ankara siap untuk kampanye militer melawan gerilyawan yang dipimpin Kurdi dari apa yang disebut Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di Suriah timur laut, menekankan seruan Rusia untuk menahan diri dari tindakan yang mungkin menghambat penyelesaian krisis Suriah.

“Dalam hal ini, penting untuk menahan diri dari tindakan apa pun yang dapat menciptakan hambatan di jalur pemukiman Suriah. Kami tahu bahwa perspektif tertentu terbuka dan kami memahami bahwa itu akan menjadi jalan yang panjang dan sulit. Dan sekarang Komite Konstitusi Suriah telah dibentuk dan ketika tanggal pertemuannya telah ditentukan, sangat penting untuk menahan diri dari langkah-langkah apa pun yang dapat merusak permukiman Suriah, ”ungkapnya.

Lebih lanjut Peskov mencatat bahwa Kremlin mengharapkan Turki menjaga integritas wilayah dan politik Suriah.

Moskow setuju bahwa “Turki dapat mengambil tindakan untuk memastikan keamanannya. Ini berarti perlawanan terhadap unsur-unsur teroris yang mungkin bersembunyi di Suriah. Tapi pertama-tama dan terutama kami katakan bahwa integritas wilayah dan politik Suriah harus diperhatikan, ”tambahnya.

Lebih lanjut Peskov menyatakan bahwa Putin dan Erdogan belum berdiskusi mengenai rencana Ankara untuk melakukan operasi militer di timur laut Suriah.(IT/TGM)
Artikel Terkait
Comment