0
Friday 8 November 2019 - 13:16
AS dan Gejolak Suriah:

Pentagon: Pasukan AS Akan Tetap Mengendalikan Ladang Minyak Suriah

Story Code : 826199
Syrian forces reorganizing before moving towards Hayyan oil field.jpg
Syrian forces reorganizing before moving towards Hayyan oil field.jpg
Pekan lalu, Pentagon mengangkat keprihatinan internasional ketika pihaknya mengancam akan menggunakan "kekuatan militer" terhadap pihak mana pun yang ingin menguasai ladang minyak Suriah.

Juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis (7/11) bahwa Amerika Serikat ingin memberikan pendapatan dari ladang minyak ini untuk mendukung apa yang disebut Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi. "Pendapatan dari ini tidak ke AS, ini ke SDF," kata Hoffman.

Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukan AS akan tetap di Suriah untuk "mengamankan" ladang minyak di sana. Damaskus dan penggerak dan pengocok regional menyuarakan oposisi kuat mereka terhadap keputusan Trump untuk merebut ladang minyak Suriah.

Pemerintah Suriah dianggap sebagai satu-satunya entitas yang sah yang memiliki hak untuk mengklaim sumber daya minyak negara itu atas nama bangsa Arab.

Sementara itu, pasukan SDF anti-Damaskus yang didukung AS diperkirakan akan mendapatkan pemasukan yang dijanjikan oleh Pentagon dengan menjual minyak ke Zionis Israel.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Kamis bahwa ia akan berbicara dengan Trump tentang peran milisi Kurdi yang didukung AS minggu depan selama pertemuan satu lawan satu.

Masih harus dilihat bagaimana Erdogan, yang memelihara "ambisi dan ilusi ekspansionisnya sendiri", bertujuan untuk mengatasi konflik regional.[IT/r]
 
 
Artikel Terkait
Comment