0
Monday 19 July 2021 - 22:38

Velayati: AS Meninggalkan Afghanistan dengan Terhina

Story Code : 944262
Velayati (Fars News).
Velayati (Fars News).
“AS telah melakukan kejahatan berat dan meninggalkan kerugian besar di Afghanistan bukannya membawa pembangunan, dan kemakmuran. Dan sekarang, AS meninggalkan negara kebanggaan Mujahidin dengan terhina,” kata Velayati, seperti dilansir Fars News.

Sekretaris jenderal Majelis Kebangkitan Dunia Islam  itu berbicara dalam konferensi bertema "Afghanistan, Perdamaian dan Keamanan Berkelanjutan" di Tehran.

"Meski mereka masih berusaha untuk menghancurkan kemakmuran tersisa dan membagi orang-orang terhormat Afghanistan dengan provokasi jahat, para elit dan intelektual Afghanistan akan menggagalkan konspirasi ini karena mereka tahu niat jahat AS," tambahnya.

Sejarah Afghanistan penuh dengan pengorbanan dan perlawanan rakyatnya terhadap penjajah, dari Tentara Soviet hingga pendudukan AS dan NATO, kata Velayati.

Orang-orang Afghanistan selalu menentang agresi atau permintaan yang berlebihan, dan tentara Barat dan Timur, meski dipersenjatai habis-habisan, telah gagal melawan keinginan dan perlawanan orang-orang ini, katanya.

Republik Islam Iran selalu menyerukan penguatan hubungan persaudaraan dengan bangsa Afghanistan yang memiliki peran besar dalam peradaban Islam, kata Velayati.

Pengalaman 40 tahun terakhir menunjukkan bahwa provokasi oleh negara asing telah menyebabkan letusan perang antar suku yang berbeda; kelompok yang telah tinggal di sini dengan damai selama ratusan tahun, tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran menggarisbawahi dukungan negara itu untuk melanjutkan pembicaraan di antara kelompok-kelompok Afghanistan, mengatakan bahwa Iran tidak akan mentolerir ketidakamanan dan kerusuhan di Afghanistan.

"Kami dengan hati-hati mengontrol dan memantau situasi di perbatasan. Keamanan Afghanistan adalah keamanan kami dan kerusuhan di Afghanistan tidak akan ditoleransi oleh Iran," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh kepada wartawan dalam konferensi pers di Teheran, Senin.

“Berdasarkan kondisi hari itu, kami sedang memeriksa masalah ini dan mengambil tindakan,” tambahnya.

"Kami secara aktif berhubungan dengan kelompok-kelompok Afghanistan. Kami siap untuk melanjutkan pekerjaan ini [mengadakan pertemuan] lagi. Kami menyambut dan mendukung setiap inisiatif ke arah ini," kata Khatibzadeh.

"Hanya dialog yang komprehensif dan saling menguntungkan yang dapat membantu mencapai perdamaian di Afghanistan," tambahnya.[IT/AR]
Artikel Terkait
Comment